Paging

Selasa, 03 Februari 2015

6 sifat yang harus dijauhi dalam berumah tangga

Sifat yang bisa menyebabkan binasanya keutuhan cinta dan kasih sayang dalam rumah tangga :

1. Cemburu buta

2. Pelit

3. Dusta

4. Kekerasan dalam rumah tangga (fisik/nonfisik)

5. Bosan

6. Campur tangan orang lain dalam setiap masalah intern keluarga.

Bila dua hati dah terjalin, Selamatlah pengantin kami doakan
Semoga ridha Allah bersinar selalu
Tanda bermula bahtera hidup

Dalam melayari bahtera rumahtangga
Ada masa tenang dan masa gelisah
Jangan nafsu diikuti terus
Sabar dan kemaafan itu perlu
Beginilah rasa manusia
Tak lari dari ketentuan Ilahi

Suami ketua isteri pembantu
Melangkah hidup saling berpadu
Susah dan senang hadapi bersama
Semoga kekal ke anak cucu
Semoga kekal hingga ke syurga

Salam ukhuwah uhibbukum fillah

Semoga bermanfaat Nuhijab lovers

Tips Langgengnya Pasangan


1. Jangan sekali-kali memandang pasangan dengan kesempurnaan, pandanglah apa adanya, karena pasanganmu bukanlah manusia yg sempurna.

2. Dengarkan pasangan anda ketika berkeluh kesah, jangan cuek.

3. Ketika pasangan anda curhat maka sebetulnya ia sedang menghormati dan mempercayai anda sebagai tempat curhatnya.

4. Bersikap sederhana dalam membangun hubungan, jangan terlalu berlebihan dalam mencintai yang bisa mengakibatkan terganggunya interaksi sosial (bermasyarakat). berlebihan dalam mencintai juga bisa mnimbulkan malasnya menuntut ilmu setelah menikah, lebih mementingkan pasangannya dan melupakan kewajiban menuntut ilmu.

5. Jangan pandang harta, letakkan harta di bawah hubungan.

6. Sering saling lempar senyum.

7. Sensitif terhadap kondisi pasangan, usahakan untuk mengetahui keinginan pasangan sehingga bisa menyiapkan apa2 yg ia inginkan sebelum meminta.

8. Jika terjadi percekcokan jangan biarkan percekcokan meluas. Jangan bawa2 orang lain dalam masalah keluarga kecuali sudah tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, carilah penengah yang dapat dipercaya dan mengetahui ilmu agama.


Cerita Pendek Sebelum Tidur: Membeli Waktu Papah

MEMBELI WAKTU PAPAH

Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama.

“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.

Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.

“Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.

“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta uang lagi ya?”, jawab sang ayah.

“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” kata anaknya
.
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.

Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.

Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.

“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”

“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!”

Tapi sang anak tidak mau beranjak. “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”

“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur”

“Tapi papa..”

“Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi.

Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.

Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.

Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata “Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini.. Besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?”

“Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”

“Iya..iya..tapi buat apa??” tanya sang Papa.

“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tadi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa cuma terdiam.

Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis..

Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..

“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.

“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya.

Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.

=================================================

Saya ingin bertanya kepada Anda saat ini..

Sebetulnya, apakah alasan Anda untuk bekerja sangat keras dan mencari kesuksesan karir Anda?

Demi uang yang banyak? Atau sesungguhnya demi keluarga Anda?

Seringkali kita bekerja terlalu sibuk sehingga kita melupakan bahwa di akhir, keluargalah yang terpenting.

Tidak ada gunanya Anda sukses tapi pada akhirnya keluarga Anda telah meninggalkan Anda atau hubungan Anda dengan keluarga telah rusak.

Sesungguhnya, untung anak tersebut bicara dan komunikasi dengan orang tuanya untuk mencurahkan perasaannya.

Sering kali, anak cenderung diam dan bahkan tidak berbicara sama sekali tentang kondisinya kepada orang tua.

Ketika di tanya mereka hanya menjawab “Tidak ada apa-apa”

Bagaimana caranya Anda bisa menyelesaikan masalah jikalau Anda bahkan tidak tahu masalahnya dimana?

Hal ini sering kali terjadi pada anak dan khususnya terjadi pada anak di masa remaja.

Mereka merasa diabaikan/ditinggalkan, tidak di cintai, tidak dihargai oleh orang tuanya sendiri..

Pertanyaan berikutnya mungkin cukup berat untuk Anda..

“Menurut Anda, lebih baik Anda mencintai anak Anda atau Anak Anda merasa di cintai oleh Anda?”

Coba renungkan jawaban dari pertanyaan tersebut..

Senin, 02 Februari 2015

Komik Lucu Islami - Muslimah Sejati

facebook.com/moslemastyle

Kecantikan utama seorang Muslimah dalam berhijab adalah akhlaqnya dalam mentaati perintah Allah dan Rasulullah. Hijab, just make it simple

Komik Lucu Islami - Salah Niat

facebook.com/moslemastyle

Lakukanlah kewajiban sebagai muslimah dengan tulus dari hati bukan riya atau sombong dihadapan muslimah lain 

Komik Lucu Islami - Mengungkit Pemberian


Apabila Allah telah memberikan keridhaan kepada Wanita Muslimah yang memiliki sifat pemurah dan dermawan untuk berinfaq dan mengeluarkan harta di jalan Allah, maka dia tidak akan mengungkit-ungkit dan melakukan sesuatu yang dapat menyakitkan orang yang pernah diberinya itu, tetapi sebaliknya, dia akan senantiasa berusaha agar pemberiannya itu benar-benar bersih dan tulus karena Allah, dan termasuk dari mereka yang disebut Allah SWT dalam firman-Nya berikut ini: "Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut (mengungkit-ungkit) pemberiannya itu dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati." (QS. Al-Baqarah: 262).

Wanita Muslimah yang mendapat pancaran petunjuk agamanya mengetahui bahwasanya tidak ada yang dapat menghapus pahala sedekah melainkan mengungkit-ungkit pemberian itu dan menyakiti perasaan orang yang menerimanya. Bahkan Allah SWT melarang sekaligus memperingatkan orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun wanita agar tidak mengungkit-ungkit pemberian yang dapat menghapuskan amal shalih dan pahala sedekah, supaya dia selalu ingat dan menjadikannya agar tidak mengatakan kata-kata yang berbau pengungkitan pemberian atau hal yang menyakitkan perasaan. Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut-nyebut dan menyakiti (perasaan si penerima)...." (QS. Al-Baqarah: 264).

Minggu, 01 Februari 2015

Pengertian Barokah



Barokah adalah kata yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup. Barokah bukanlah cukup dan mencukupi saja, tapi barokah ialah ketaatanmu kepada Allah dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya. Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru berokah sebagaimana Nabi Ayyub as, sakitnya menambah ketaatannya pada Allah. Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair. Tanah yang barokah itu bukan karena subur & panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah yang tiada menandingi.

Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan. Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat & catatan kakinya, tapi ilmu yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Allah. Penghasilan barokah juga bukan gaji yang besar & bertambah, tapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rizqi bagi yang lainnya & semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut. Anak-anak yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu & imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya & kelak di antara mereka ada yang lebih shalih & tak henti-hentinya mendoakan kedua orang tuanya.  

Karena barokah itu “Albarokatu tuziidukum fi thoah” - Barokah menambah ketaatanmu kepada Allah.