Paging

Kamis, 26 Maret 2015

InsyaAllah atau InshaAllah?

Mari sama-sama mengkoreksi diri masing-masing. Silahkan disimak..

"Insya Allah atau In Shaa Allah?"
oleh: Ust. Felix Siauw.

lebih dari ratusan kali saya ditanya tentang perkara ini, berkaitan dengan penulisan transliterasi bahasa Arab, mudah-mudahan status ini jadi penjelas sebagaimana seharusnya.

pertama-tama, bahasa Arab dan bahasa Indonesia tentu berbeda, bila bahasa Indonesia disusun berdasarkan huruf alfabet A-B-C dan seterusnya, sama seperti bahasa Inggris, tidak dengan bahasa Arab. Bahasa Arab tersusun dari huruf hijaiyah semisal ا (alif), ب (ba), ت (ta) dan seterusnya.

perbedaan inilah yang akhirnya mengharuskan adanya transliterasi (penulisan bahasa asing kedalam bahasa Indonesia), misalnya, kata الله dalam bahasa Arab, bila di-transliterasikan ke dalam bahasa Indonesia bisa jadi “Allah”, “Alloh”, “Awloh” atau apapun yang senada dengan bacaan asli Arabnya, tergantung kesepakatan transliterasi

bila orang Indonesia sudah nyaman membaca tulisan الله dengan transliterasi “Allah” ya tidak perlu diganti dengan “Alloh” atau “Awloh”, toh bacanya juga sama walau tulisannya beda 

by the way, bahkan kalo orang nulis Allah dengan huruf kecil juga nggak dosa, karena dalam bahasa Arab aslinya الله pun nggak ada huruf besar dan huruf kecil 

hanya kembali lagi, karena transliterasi dan penghormatan kepada Dzat Yang Maha Agung, ya sejatinya sudah kita tulis dengan “Allah”

ok, sekarang, Insya Allah atau In Shaa Allah?
yang bener إن شاء الله hehe..

jadi kita bedah begini ceritanya
إن = bila
شاء = menghendaki
الله = Allah

jadi artinya إن شاء الله = bila Allah berkehendak

nah, balik lagi ke transliterasi, terserah kesepakatan kita mau mentransliterasikan huruf ش jadi apa? “syaa” atau “shaa”?,

kalo di negeri berbahasa Inggris sana, kata ش diartikan jadi “shaa”, kalo di Indonesia jadi “syaa”

masalahnya di Indonesia, huruf ص sudah ditransliterasikan jadi “shaa”, kalo disamain jadi tabrakan deh..

saya pribadi lebih suka mentransliterasikan إن شاء الله jadi “InsyaAllah”, lebih simpel dan sesuai transliterasi bahasa Indonesia 

nah, bagaimana katanya kalo ada yang bilang “InsyaAllah” berarti artinya “menciptakan Allah?”, naudzubillahi min dzalik…

karena yang satu ini beda lagi masalahnya 
karena إنشاء (menciptakan/membuat) beda dengan إن شاء (bila menghendaki)

dan pemakaiannya dalam kalimat berdasarkan kaidah bahasa Arab pun berbeda bunyinya,
bila إن شاء الله dibacanya “InsyaAllahu” (bila Allah menghendaki)
bila إنشاء الله dibacanya “Insyaullahi” (menciptakan Allah)

Kesimpulannya? 

jadi kalo kita nulis pake “InsyaAllah”, atau “In Syaa Allah”, atau “In Shaa Allah” bacanya sama aja dan artinya sama aja, yaitu “bila Allah menghendaki”, jadi nggak ada arti lainnya 

yang paling bagus, ya udah, nulis dan ngomong pake bahasa Arab aja sekalian, lebih aman hehe..
(tapi yang nulis pun bakal kesulitan hehehe..)

إن شاء الله 
akhukum @felixsiauw

Sumber: http://felixsiauw.com/home/insya-allah-atau-in-shaa-allah/

Rabu, 11 Maret 2015

Amalan Agar Bisa Masuk Surga

Suatu hari, Ma'dan bin Tholhah berkata,

"Aku pernah bertemu tsauban (bekas budaknya Nabi SAW), lalu aku bertanya,

Hai Tsauban, Semoga engkau mengabari padaku tentang amalan yang akan memasukkan aku ke dalam surga dan apa saja amalan-amalan yang lebih disenangi oleh Allah?"

Ditanya seperti itu Tsauban diam sama. Sampai Ma'dan mengulangi pertanyaannya 3 Kali. Di pertanyaannya yang ketiga, Tsauban menjawab,

"Aku pernah bertanya hal yang sama pada Nabi SAW, lalu Nabi SAW menjawab,

Menetapilah kamu dengan beberapa sujud (sholat sunnah) pada Allah. Maka sesungguhnya kamu tidak sujud dengan 1 sujud-an kecuali Allah mengangkatmu 1 derajat (Allah mengangkat 1 derajat setiap 1 sujudan (sholat sunnah)) Dan Allah akan melebur beberapa kesalahanmu."

Lalu Ma'dan melanjutkan ceritanya.

"Kemudian aku bertemu pada aba darda' dan menanyakan hal yang sama. Lalu Aba darda' mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh Tsauban."

(H.R Muslim)